fbpx
Kanker - Umum Kebugaran & Pencegahan Layanan Cek Kesehatan Skrining Wawasan Kelangsungan Hidup Kanker

Daftar Skrining Lengkap untuk Berbagai Jenis Kanker

skrining kanker

Skrining kanker atau pemeriksaan kanker adalah prosedur medis yang dirancang untuk mengidentifikasi tanda-tanda kemunculan kanker. Ada berbagai jenis tes untuk tujuan ini, seperti tes kanker payudara, serviks, kolorektal, dan paru-paru.

Tujuan skrining kanker adalah mendeteksi risiko penyakit kanker pada tahap awal ketika belum ditemukan gejala apa pun, yaitu saat dinilai paling mudah untuk diobati dan lebih berpeluang untuk mendapatkan kesembuhan.

Jika dokter menyarankanmu untuk menjalani skrining atau pemeriksaan kanker, maka belum tentu dianggap sebagai indikasi pasti bahwa kamu mengidap kanker.

Keuntungan menjalani skrining kanker sangat banyak dan berdampak tidak hanya kepada diri sendiri, melainkan kepada keluarga juga, antara lain:

  • Mendeteksi kanker sebelum kemunculan gejala sehingga bisa ditangani lebih mudah.
  • Melindungi risiko serangan kanker yang lebih parah sehingga bisa meminimalkan risiko meninggal akibat penyakit kanker.
  • Mencegah diri sendiri dan keluarga mengeluarkan uang untuk biaya cek kanker yang lebih mahal.

Berbeda dengan diagnosis kanker yang bertujuan mengonfirmasi keberadaan kanker setelah seseorang sudah menunjukkan gejala tertentu. Diagnosis biasanya dilakukan setelah tes skrining menunjukkan hasil yang mencurigakan.

Studi menunjukkan bahwa skrining yang efektif dapat mengurangi angka kematian untuk sebagian jenis kanker. Penting untuk diingat bahwa pemeriksaan kanker direkomendasikan berdasarkan usia, faktor risiko, dan kondisi kesehatan secara umum.

Apa saja pilihan skrining kanker yang bisa dilakukan?

Ada beberapa jenis kanker yang bisa terdeteksi sejak awal melalui prosedur skrining, yaitu:

  • Kanker payudara
  • Kanker serviks (kanker leher rahim)
  • Kanker kolorektal (kanker usus besar)
  • Kanker prostat
  • Kanker paru-paru
  • Kanker lambung
  • Kanker hati
  • Kanker darah

1. Kanker payudara

Kanker ini terbentuk di jaringan payudara, sering ditandai dengan pertumbuhan sel tidak terkontrol. Gejala kanker payudara dapat berupa benjolan di payudara, perubahan pada kulit payudara, dan keluarnya cairan dari puting.

Metode skrining kanker payudara:

  • Mammografi : Pemeriksaan utama dengan sinar-X untuk mendeteksi perubahan jaringan payudara. Dianjurkan untuk perempuan usia 40-74 tahun, biasanya dilakukan setiap dua tahun.
  • MRI payudara : Khusus untuk perempuan dengan risiko tinggi (misalnya, riwayat keluarga atau mutasi genetik tertentu), MRI digunakan bersama mammografi untuk deteksi lebih akurat.
  • Ultrasound payudara : Digunakan untuk mengevaluasi benjolan yang terdeteksi melalui mammografi atau pemeriksaan fisik, terutama pada jaringan payudara yang padat.

2. Kanker serviks (kanker leher rahim)

Kanker serviks atau kanker leher rahim berkembang di area leher rahim dan umumnya terkait dengan infeksi virus Human papillomavirus atau HPV. Gejalanya bisa berupa pendarahan abnormal, nyeri saat hubungan seksual, dan keputihan yang tidak normal.

Metode skrining kanker serviks:

  • Tes Pap Smear : Mengambil sampel sel dari leher rahim untuk mendeteksi perubahan sel prakanker. Dianjurkan setiap 3 tahun untuk perempuan usia 21-65 tahun.
  • Tes HPV : Mendeteksi keberadaan tipe HPV berisiko tinggi. Sering dikombinasikan dengan Pap smear untuk skrining yang lebih efektif.

3. Kanker kolorektal (kanker usus besar)

Kanker kolorektal dan termasuk kanker rektum, umumnya berawal dari pertumbuhan polip yang tidak terkendali pada dinding usus. Gejalanya bisa berupa perubahan kebiasaan buang air besar dan darah dalam tinja.

Metode skrining kanker kolorektal:

  • Kolonoskopi : Inspeksi visual usus besar dengan kamera kecil, dapat mendeteksi dan mengangkat polip. Dianjurkan setiap 10 tahun untuk individu usia 50-75 tahun.
  • Tes Darah Samar pada Tinja (FOBT/FIT) : Tes tinja tahunan untuk mendeteksi darah tidak terlihat.
  • Sigmoidoskopi fleksibel : Seperti kolonoskopi, tetapi hanya memeriksa bagian bawah usus besar.

4. Kanker prostat

Kanker prostat adalah jenis kanker yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel abnormal di area prostat, umum terjadi pada pria lanjut usia. Gejalanya bisa berupa kesulitan buang air kecil dan nyeri pada area pelvis.

Metode skrining kanker prostat:

  • Tes PSA (Prostate-Specific Antigen) : Tes darah untuk mengukur kadar PSA, yang tinggi bisa menunjukkan kanker.
  • Pemeriksaan Digital Rektum (DRE) : Memeriksa prostat melalui rektum untuk mencari benjolan atau perubahan lain.

5. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru adalah jenis kanker yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel abnormal (bersifat ganas atau kanker) di paru-paru. Umumnya dikaitkan dengan dampak merokok dalam jangka panjang. Gejala umumnya bisa berupa batuk kronis, nyeri pada dada, dan sesak napas.

Metode skrining kanker paru-paru:

6. Kanker lambung

Kanker lambung atau dikenal juga sebagai kanker perut, terjadi ketika sel ganas berkembang di lapisan lambung. Kanker ini bisa berkembang secara lambat dan mungkin tidak menunjukkan gejala hingga stadium lanjut.

Gejala awal umumnya tidak spesifik dan bisa termasuk nyeri perut, sensasi kenyang cepat, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, mual, dan muntah.

Metode skrining kanker lambung:

  • GASTROClear : Dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Singapura, MiRXES, GASTROClear adalah skrining darah biomarker pertama di dunia untuk mendeteksi dini kanker lambung menggunakan sampel darah.
  • Endoskopi atas : Prosedur ini melibatkan penggunaan endoskop untuk melihat bagian dalam lambung. Sebuah tabung tipis dengan kamera kecil dimasukkan melalui tenggorokan ke dalam lambung. Prosedur ini bisa mencakup pengambilan sampel jaringan (biopsi) jika ditemukan area yang mencurigakan​​.
  • Tes darah : Termasuk pemeriksaan fungsi hati dan tes DNA tumor sirkulasi, yang bisa memberi petunjuk tentang kondisi kesehatan dan membantu perencanaan pengobatan​​.
  • Ultrasonografi lambung : Menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar struktur dalam lambung dan bisa berguna untuk memandu pengambilan sampel jaringan dari kelenjar getah bening​​.
  • Pencitraan diagnostik : Seperti CT scan dan PET scan, untuk mengevaluasi penyebaran kanker ke bagian tubuh lain​​.

7. Kanker hati

Kanker hati adalah jenis kanker yang berkembang di organ hati dan umumnya terkait dengan penyakit hepatitis atau kondisi sirosis. Gejalanya bisa berupa penurunan berat badan, nyeri perut, dan jaundice (penyakit kuning).

Metode skrining kanker hati:

  • Ultrasonografi Hati : Pemeriksaan rutin untuk mendeteksi perubahan di hati.
  • Pengukuran AFP (Alpha-Fetoprotein) : Tes darah untuk mendeteksi kadar AFP yang tinggi, bisa menunjukkan kanker hati.

8. Kanker darah

Kanker darah disebut juga dengan leukemia. Kanker ini berkembang pada sumsum tulang dan berdampak kepada kemampuan tubuh memproduksi sel darah. Gejala kanker darah dapat meliputi kelelahan, mudah memar, infeksi berulang.

Metode skrining kanker darah:

  • Tes Darah Lengkap (CBC) : Melihat komposisi sel darah, bisa mendeteksi perubahan abnormal yang mengindikasikan leukemia atau kanker darah lainnya. Tidak ada skrining rutin khusus, tetapi CBC sering digunakan jika ada gejala yang mengkhawatirkan.

Lakukan pemeriksaan kanker sejak dini

Health365 merekomendasikan pentingnya inisiatif menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan sel-sel kanker sejak dini. Kamu bisa dapatkan paket skrining terlengkap khusus untuk pria dan wanita.

Siapa dan kapan sebaiknya menjalani skrining kanker?

Keputusan untuk menjalani tes atau pemeriksaan kanker ditentukan oleh masing-masing individu. Namun tentunya pada sisi medis, pemeriksaan kanker dianjurkan demi mencegah perkembangan sel kanker sejak awal.

Upaya pencegahan kanker ini terutama sangat dianjurkan juga bagi seseorang yang memiliki risiko kanker lebih tinggi dibandingkan orang lain. 

Walau begitu, adanya risiko kanker belum tentu menentukan seseorang sudah pasti akan terserang kanker. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki risiko kanker belum tentu tidak akan pernah terserang kanker juga.

Pada umumnya, kebanyakan orang mulai menjalani skrining kanker di usia 40-an, tetapi jika kamu merasa memiliki faktor risiko tertentu, maka pemeriksaan kanker bisa dimulai lebih awal. Risiko kanker yang dimaksud bisa berupa:

  • Memiliki anggota keluarga yang terdiagnosis dengan kanker.
  • Kamu pernah terdiagnosis dengan kondisi prakanker.
  • Bertempat tinggal atau sering beraktivitas di wilayah berpolusi atau terpapar zat karsinogen.

Faktor risiko bisa memberikan efek yang berbeda-beda bagi tiap orang. Misalnya, pria lebih mungkin terserang kanker paru-paru karena menjadi perokok aktif dalam jangka panjang. 

Namun, wanita lebih berisiko terserang kanker paru-paru bukan karena merokok, melainkan karena sering terpapar asap rokok dari orang lain atau dikenal dengan istilah perokok pasif.

Bagaimana jika hasil skrining kanker menyatakan positif?

Jika hasil tes skrining menunjukkan tanda-tanda kanker, penting untuk diingat bahwa hasil ini tidak selalu berarti kamu pasti memiliki kanker karena tes skrining tidak dirancang untuk memberikan hasil yang definitif.

Namun, hasil positif biasanya berarti kamu akan memerlukan tes dan evaluasi lanjutan untuk menentukan sifat dari kelainan yang ditemukan. 

Berikut ini adalah beberapa langkah yang mungkin perlu diambil untuk menindaklanjuti hasil positif pada tes kanker.

  • Tes lanjutan – Jika tes skrining awal menunjukkan hasil yang tidak normal, dokter kemungkinan akan merekomendasikan tes diagnostik tambahan.
  • Konsultasi dengan dokter spesialis – Tergantung pada hasil tes lanjutan, kamu mungkin akan dirujuk kepada dokter spesialis onkologi untuk evaluasi dan opsi pengobatan lebih lanjut.

Jika diagnosis kanker sudah terkonfirmasi, langkah selanjutnya akan melibatkan penentuan stadium dan jenis kanker diikuti dengan pengembangan rencana pengobatan. 

Upaya ini bisa melibatkan operasi, kemoterapi, radiasi, atau bentuk pengobatan lainnya, tergantung pada jenis dan stadium kanker secara spesifik.

Namun mengingat beratnya diagnosis kanker, banyak orang memilih untuk mencari pendapat kedua untuk mengonfirmasi diagnosis dan rencana pengobatan.

Terlepas dari adanya opsi penanganan lanjutan melalui diagnosis, momen ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk meninjau gaya hidupmu dan melakukan penyesuaian yang bisa meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, seperti berhenti merokok, memperbaiki pola makan, atau meningkatkan aktivitas fisik.

Secara umum, skrining kanker adalah langkah yang penting dalam perawatan kesehatan preventif sejak dini. 

Meski begitu, upaya skrining atau pemeriksaan kanker tidak seharusnya menjadi opsi pengganti pola hidup sehat. Konsistensi dalam menerapkan pola hidup sehat dan aktif dapat menurunkan risiko kanker secara signifikan.

Namun jika kamu merasa memiliki faktor risiko kanker tertentu dan mungkin bisa terserang kanker, maka konsultasikan dengan dokter atau pakar penyedia layanan kesehatan untuk membahas opsi skrining yang cocok.

Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh diandalkan untuk saran medis tertentu.