fbpx
Jantung & Vaskular Kondisi Medis Penyakit Kardiovaskular

Pengertian Kolesterol Tinggi dan Dampak bagi Kesehatan

kolesterol tinggi
Dr Chua Ad banner 970x250

Apa itu kolesterol tinggi?

Kolesterol tinggi, atau dalam terminologi medis dikenal sebagai hiperlipidemia dan hiperkolesterolemia, adalah kondisi di mana seseorang memiliki konsentrasi lipid (lemak) yang berlebihan dalam darah. 

Lipid ini termasuk kolesterol dan trigliserida, yang merupakan jenis lemak penting bagi tubuh dalam jumlah yang tepat. Kolesterol tinggi tidak menunjukkan gejala spesifik dan sering kali hanya terdeteksi melalui pemeriksaan darah.

Kolesterol sendiri adalah substansi lilin yang dibuat oleh hati dan juga ditemukan dalam makanan tertentu. Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun sel-sel sehat, namun kelebihannya dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. 

Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit arteri koroner, serangan jantung, dan stroke, karena kolesterol berlebih bisa menumpuk di dinding arteri, menyebabkan penyempitan dan pengerasan arteri yang dikenal sebagai aterosklerosis.

Kolesterol tinggi sering kali disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan gaya hidup. Faktor gaya hidup meliputi diet tinggi lemak jenuh dan trans, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan atau obesitas, dan merokok, semua berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol. 

Sebagian orang juga mungkin memiliki predisposisi genetik yang membuat mereka lebih rentan terhadap terjadinya hiperlipidemia.

Penting untuk memahami bahwa ada dua jenis utama kolesterol, yaitu:

  • LDL (Low-Density Lipoprotein), sering disebut sebagai kolesterol jahat.
  • HDL (High-Density Lipoprotein) atau kolesterol baik

LDL bertanggung jawab untuk membawa kolesterol ke seluruh tubuh dan bisa menyebabkan penumpukan plak di arteri, sedangkan HDL membantu mengangkut kolesterol kembali ke hati untuk dipecah dan diekskresikan dari tubuh. Keseimbangan yang sehat antara kedua jenis ini penting untuk kesehatan kardiovaskular.

Mengelola dan memantau kolesterol tinggi sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Hal ini biasanya melibatkan perubahan gaya hidup seperti diet sehat, peningkatan aktivitas fisik, dan dalam beberapa kasus, pengobatan dengan obat-obatan seperti statin. 

Perubahan gaya hidup ini tidak hanya membantu menurunkan kolesterol tinggi tetapi juga menyediakan manfaat kesehatan yang lebih luas, termasuk penurunan risiko penyakit jantung dan stroke.

Penyebab kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yang berinteraksi dalam cara yang kompleks. Dengan demikian, penyebab kolesterol tinggi adalah multifaktorial dan melibatkan lebih dari hanya konsumsi makanan saja​​.

Memahami penyebab-penyebab ini penting untuk mengelola dan mencegah terjadinya kolesterol tinggi. 

Berikut ini adalah beberapa penyebab utama kolesterol tinggi.

1. Genetika dan kolesterol

Genetika memainkan peran penting dalam menentukan kadar kolesterol. Kondisi seperti hiperkolesterolemia familial menunjukkan bagaimana genetika dapat memengaruhi produksi atau pengelolaan LDL dalam tubuh. 

Faktor genetik bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap kolesterol tinggi, meskipun mereka memiliki gaya hidup sehat​​.

2. Makanan penyebab kolesterol tinggi

Makanan yang dikonsumsi memiliki dampak besar terhadap kolesterol. Diet yang tinggi lemak jenuh dan trans, yang banyak ditemukan dalam daging berlemak, produk susu penuh lemak, dan makanan olahan, dapat meningkatkan kadar LDL dan menurunkan HDL. 

Mengurangi asupan lemak jenuh dan trans serta meningkatkan serat dalam diet dapat membantu mengatur kadar kolesterol​ dalam darah​.

3. Gaya hidup di keseharian

Faktor gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik dan merokok dapat meningkatkan kadar LDL dan menurunkan HDL. Olahraga teratur dan berhenti merokok adalah langkah penting dalam mengelola kolesterol tinggi. 

Meningkatkan aktivitas fisik tidak hanya menurunkan LDL tapi juga dapat meningkatkan HDL yang bermanfaat​​.

4. Penyebab kolesterol lainnya selain makanan

Penyebab kolesterol tinggi selain makanan adalah usia dan faktor genetik. Seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause bagi wanita, kadar LDL cenderung meningkat.

Dampak kolesterol tinggi pada kesehatan

Kolesterol tinggi dapat berdampak signifikan pada kesehatan, yaitu meningkatkan risiko berbagai penyakit yang serius, antara lain:

1. Penyakit arteri koroner

Akibat dari kolesterol tinggi dapat menyebabkan gangguan terkait penyakit kardiovaskular, seperti penumpukan plak di arteri (aterosklerosis), yang dapat menyempitkan atau memblokir aliran darah ke jantung. 

Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit arteri koroner, yaitu kondisi serius yang bisa menyebabkan nyeri dada (angina) dan serangan jantung. Plak yang terbentuk juga bisa pecah dan menyebabkan pembekuan darah sehingga menghambat aliran darah lebih lanjut​​.

2. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi

Efek kolesterol tinggi pada pembuluh darah tidak terbatas pada jantung. Pembuluh darah yang mengarah ke otak juga bisa terpengaruh. Ketika pembuluh darah ini menjadi tersumbat atau pecah, risiko stroke meningkat. 

Stroke terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terhambat, menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak karena kekurangan oksigen​​.

Kolesterol tinggi umumnya berjalan seiring dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) juga. Kedua kondisi ini saling memperkuat risiko satu sama lain dan meningkatkan beban pada sistem kardiovaskular sehingga berisiko meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke​​.

3. Efek pada otak

Selain risiko stroke, efek kolesterol tinggi juga bisa dirasakan pada bagian kepala, yaitu pada otak. Misalnya, kolesterol tinggi telah dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif dan risiko yang lebih tinggi dari kondisi neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer​​.

4. Masalah pada mata

Kolesterol tinggi dapat memberi akibat pada kesehatan mata dengan berkontribusi pada kondisi seperti retinopati dan gangguan penglihatan lainnya. Risiko ini muncul karena kerusakan pada pembuluh darah di mata​​.

5. Dampak pada tubuh secara keseluruhan

Akibat kolesterol tinggi dapat memengaruhi hampir setiap bagian tubuh, termasuk organ vital jantung dan ginjal. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara umum dan bisa memperburuk kondisi kesehatan kronis lainnya​​.

Mengenal LDL dan HDL

Mengenal perbedaan antara LDL (Low-Density Lipoprotein) dan HDL (High-Density Lipoprotein) sangat penting dalam memahami kolesterol tinggi dan dampaknya pada kesehatan. Kedua jenis lipoprotein ini memiliki peran yang sangat berbeda dalam metabolisme kolesterol.

LDL kolesterol

LDL atau Low-Density Lipoprotein sering disebut sebagai kolesterol jahat karena perannya dalam mengangkut kolesterol dari hati ke seluruh tubuh. Tingginya kadar LDL bisa meningkatkan risiko pembentukan plak di dinding arteri (aterosklerosis), yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. 

Nilai normal LDL kolesterol dianggap berada di bawah 100 mg/dL. LDL yang rendah biasanya dianggap baik untuk kesehatan, tetapi LDL yang terlalu rendah dalam beberapa kasus mungkin perlu ditinjau lebih lanjut, terutama jika disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu​​.

HDL kolesterol

HDL dikenal sebagai kolesterol baik. HDL membantu mengangkut kolesterol dari seluruh tubuh kembali ke hati, di mana kolesterol tersebut dapat diproses dan diekskresikan. 

HDL yang tinggi dianggap bermanfaat karena dapat mengurangi risiko aterosklerosis. Nilai normal HDL kolesterol adalah di atas 40 mg/dL untuk pria dan di atas 50 mg/dL untuk wanita. HDL yang tinggi umumnya dianggap baik, sementara HDL yang rendah meningkatkan risiko penyakit jantung​​.

Keseimbangan antara LDL dan HDL sangat penting untuk kesehatan kardiovaskular. Tingginya LDL atau rendahnya HDL dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 

Oleh karena itu, strategi pengelolaan kolesterol tinggi sering berfokus pada menurunkan LDL dan meningkatkan HDL melalui diet, olahraga, dan kadang-kadang pengobatan medis.

Pengujian dan diagnosis kolesterol tinggi

Pemeriksaan kolesterol secara teratur adalah langkah penting dalam mendeteksi hiperlipidemia dan mengelola risiko gangguan kesehatan. Memeriksa kolesterol secara teratur adalah kunci untuk mengetahui status kesehatan kardiovaskular seseorang juga.

Tes kolesterol normal umumnya memerlukan puasa selama 9-12 jam sebelum tes untuk mendapatkan hasil yang akurat. Mengetahui apakah kadar kolesterol seseorang normal atau tinggi pada akhirnya dapat mendukung langkah mencegah penyakit jantung​​.

Apa saja tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis kolesterol tinggi?

1. Tes kolesterol

Tes kolesterol adalah prosedur sederhana yang mengukur kadar kolesterol dalam darah. Tes ini biasanya termasuk pengukuran total kolesterol, LDL, HDL, dan trigliserida. Pemeriksaan ini penting untuk menentukan apakah seseorang memiliki kolesterol tinggi dan memerlukan langkah-langkah tambahan untuk manajemen kesehatan​​.

2. Lipid panel

Lipid panel adalah serangkaian tes yang dilakukan untuk mengetahui profil lipid dalam darah. Ini termasuk pengukuran LDL, HDL, trigliserida, dan kolesterol total. Lipid panel memberikan informasi mendetail tentang berbagai jenis lemak dalam darah, yang sangat penting untuk diagnosis dan manajemen kolesterol tinggi​​.

Hasil tes kolesterol yang normal biasanya menunjukkan angka-angka berikut ini.

  • Kolesterol total di bawah 200 mg/dL.
  • LDL di bawah 100 mg/dL.
  • HDL di atas 40 mg/dL (pria) atau di atas 50 mg/dL (wanita).
  • Kadar trigliserida idealnya harus kurang dari 150 mg/dL.

Mengetahui angka-angka ini membantu dalam menilai risiko kesehatan dan mengambil langkah-langkah pencegahan atau manajemen kesehatan yang sesuai​​.

Paket cek kolesterol dan kanker – Health365

Health365 merekomendasikan paket lengkap cek kolesterol ditambah skrining kanker untuk pria dan wanita. Dapatkan paket cek kesehatan terlengkap untuk kamu dan keluarga hanya di Health365.

Pengelolaan dan pengobatan kolesterol tinggi

Pengobatan kolesterol tinggi melibatkan serangkaian pendekatan yang komprehensif, termasuk perubahan diet, gaya hidup, dan penggunaan obat-obatan. Apa saja yang bisa direkomendasikan dokter untuk mengobati kolesterol tinggi?

1. Perubahan diet

Diet memainkan peran kunci dalam mengelola kolesterol tinggi. Makanan rendah lemak jenuh dan trans, kaya serat, dan termasuk lemak sehat seperti omega-3 dari ikan, adalah pilihan yang ideal.

Meningkatkan asupan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh juga dapat membantu menurunkan LDL dan meningkatkan HDL. Mengurangi asupan daging merah, produk susu berlemak, dan makanan olahan dapat secara signifikan mengurangi kolesterol tinggi​​.

2. Perubahan gaya hidup

Mengadopsi gaya hidup sehat sangat penting dalam mengelola kolesterol tinggi. Ini termasuk berhenti merokok, yang dapat meningkatkan HDL, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur, yang membantu menurunkan LDL dan meningkatkan HDL. 

Menjaga berat badan yang sehat juga penting karena kelebihan berat badan dapat meningkatkan LDL dan menurunkan HDL​​.

3. Penggunaan obat-obatan

Dalam beberapa kasus, perubahan diet dan gaya hidup mungkin tidak cukup untuk menurunkan kolesterol tinggi. Dalam situasi ini, dokter mungkin merekomendasikan obat-obatan. 

Statin adalah salah satu obat yang paling sering diresepkan untuk hiperlipidemia. Statin bekerja dengan menghambat enzim di hati yang bertanggung jawab untuk membuat kolesterol. Obat-obat lain mungkin bisa meliputi penyerap asam empedu, inhibitor PCSK9, fibrat, dan niacin. 

Penggunaan obat-obatan ini harus dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup untuk mendapatkan efektivitas semaksimal​​ mungkin.

Pentingnya diet dalam mengelola kolesterol tinggi

Diet memiliki peran penting dalam mengelola kolesterol tinggi, dengan fokus pada mengurangi asupan lemak jenuh dan trans serta meningkatkan konsumsi serat larut.

Berikut ini beberapa tips memilih jenis makanan yang baik untuk meminimalkan risiko penyakit kolesterol tinggi.

1. Menghindari lemak jahat

Lemak jenuh dan trans dikenal sebagai ‘lemak jahat’ karena mereka meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Lemak jenuh banyak ditemukan dalam daging merah, produk susu berlemak, dan beberapa minyak nabati. Lemak trans terdapat dalam makanan olahan dan gorengan. 

Mengurangi asupan makanan yang kaya lemak jenuh dan trans adalah kunci untuk menurunkan kolesterol tinggi​​.

2. Meningkatkan asupan serat

Serat, khususnya serat larut, berperan penting dalam mengelola kolesterol tinggi. Serat larut ditemukan dalam makanan seperti oatmeal, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Serat ini membantu menurunkan penyerapan kolesterol dalam darah dan dapat menurunkan kadar LDL​​.

3. Pilihan makanan untuk kolesterol tinggi

Makanan yang kaya omega-3 seperti ikan berlemak (seperti salmon dan makarel), alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian adalah pilihan yang baik untuk mengelola kolesterol tinggi. Makanan ini tidak hanya rendah lemak jahat tetapi juga membantu meningkatkan HDL (kolesterol baik) dan memiliki manfaat kesehatan jantung lainnya​​.

Olahraga untuk meminimalkan risiko kolesterol tinggi

Latihan fisik memainkan peran penting dalam mengelola kolesterol tinggi. Aktivitas fisik teratur tidak hanya membantu menurunkan kolesterol jahat LDL, tetapi juga meningkatkan kolesterol baik HDL. 

Manfaat olahraga untuk mengurangi risiko kolesterol tinggi

Melakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk peningkatan fungsi kardiovaskular dan penurunan risiko penyakit jantung. 

Olahraga dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, yang dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat LDL dan trigliserida​​.

Meningkatkan HDL

Salah satu manfaat kunci dari olahraga adalah peningkatan kadar HDL. HDL berperan dalam membawa kolesterol jahat dari arteri kembali ke hati untuk diproses dan diekskresikan. 

Olahraga teratur, seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang, dapat meningkatkan HDL, yang pada gilirannya membantu mengurangi risiko penyakit jantung​​.

Olahraga dan kesehatan jantung

Olahraga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan jantung. Aktivitas fisik yang konsisten membantu menjaga berat badan yang sehat, mengurangi tekanan darah, dan meningkatkan efisiensi jantung. Ini semua adalah faktor penting dalam mengurangi risiko penyakit jantung yang terkait dengan kolesterol tinggi​​.

Walau olahraga tidak secara langsung dapat menghilangkan kolesterol, namun aktivitas ini memainkan peran penting dalam mengelola kadar kolesterol dalam darah. 

Aktivitas fisik, terutama latihan aerobik, membantu mengurangi kadar lemak dalam darah dan berpeluang meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengatur kadar kolesterol​​.

Komplikasi kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi sering kali tidak berdiri sendiri sebagai masalah kesehatan. Ini sering terkait dengan kondisi kesehatan lain, termasuk tekanan darah tinggi (hipertensi) dan peradangan, yang semuanya dapat meningkatkan risiko komplikasi kolesterol tinggi. 

Kondisi kolesterol tinggi yang tidak tertangani hingga tuntas dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami beberapa penyakit berikut ini.

Hipertensi

Kolesterol tinggi dan hipertensi umumnya terjadi bersamaan, dan keduanya adalah faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular. 

Penumpukan plak yang disebabkan oleh kolesterol tinggi dapat menyempitkan arteri sehingga meningkatkan tekanan darah. Sementara itu, hipertensi dapat merusak arteri, membuatnya lebih rentan terhadap penumpukan plak. 

Kombinasi dari kedua kondisi ini secara signifikan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke​​.

Peradangan

Kolesterol tinggi juga berhubungan dengan peradangan, suatu proses yang dapat merusak pembuluh darah dan berkontribusi pada pengembangan penyakit kardiovaskular. Peradangan umumnya memperburuk efek dari penumpukan plak dalam arteri, meningkatkan risiko aterosklerosis dan komplikasi kardiovaskular lainnya​​.

Selain meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, kolesterol tinggi dapat berkontribusi pada kondisi lainnya, seperti penyakit arteri perifer dan penyakit ginjal kronis. Penyakit-penyakit ini bisa menjadi lebih parah jika kolesterol tinggi dibiarkan atau tidak tertangani dalam jangka panjang.

Pencegahan kolesterol tinggi

Apa saja yang kita bisa lakukan untuk mencegah kolesterol tinggi? Mari kita simak langkah-langkah pencegahan kolesterol tinggi yang efektif dan sekaligus mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

1. Menjalani pola makan yang sehat

Mengadopsi pola makan sehat bukan cuma bisa dimanfaatkan untuk mengobati kolesterol tinggi, namun ini adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah kolesterol tinggi secara alami juga. 

Diet yang kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan sumber protein rendah lemak seperti ikan dan kacang-kacangan dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap rendah. 

Di lain sisi, menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan trans, seperti daging berlemak dan makanan olahan, juga sama pentingnya.

2. Menjaga berat badan ideal

Menjaga proporsi berat badan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang ideal merupakan langkah penting lainnya dalam mencegah kolesterol tinggi. 

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko memiliki kolesterol tinggi, serta kondisi terkait lainnya seperti penyakit jantung dan diabetes. Olahraga secara teratur dan diet seimbang adalah kunci untuk menjaga berat badan tetap ideal​​.

3. Jangan merokok

Merokok memiliki efek negatif pada kadar kolesterol, karena efek merokok dapat menurunkan kadar HDL (kolesterol baik) dan meningkatkan risiko pembentukan plak di arteri. Berhenti merokok dapat meningkatkan kadar HDL dan secara umum memperbaiki kesehatan kardiovaskular​​.

Pencegahan hiperlipidemia tidak hanya terfokus pada pengelolaan kolesterol tinggi, tetapi juga melibatkan penanganan faktor risiko lainnya, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Memantau secara teratur kondisi kesehatan dan konsultasi dengan profesional kesehatan dapat membantu mengidentifikasi risiko dini dan mengambil langkah pencegahan yang tepat​​.

Dr Chua Banner Ad 970x90

Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh diandalkan untuk saran medis tertentu.