fbpx
AD/Kanker Payudara Kanker Wanita Kesehatan Wanita Kondisi Medis Penyakit & Kondisi Skrining

Apakah Kanker Payudara Bisa Menular? Cek Faktanya!

apakah kanker payudara menular
Dr Chua Ad banner 970x250

Tidak, kanker payudara tidak menular. Penyakit ini tidak dapat ditransfer dari satu individu ke individu lain melalui kontak fisik, pertukaran cairan tubuh, atau melalui lingkungan. 

Ini adalah fakta penting yang membantu memisahkan mitos dari realitas, memberikan kejelasan dan mengurangi stigma seputar penyakit ini. 

Sekarang, mari kita jelajahi penjelasan medis yang mendasari mengapa kanker payudara tidak menular dan memahami bagaimana faktor genetik berperan dalam risiko kanker payudara.

Kenapa kanker payudara tidak menular?

Dari perspektif medis, kanker payudara berkembang akibat mutasi genetik atau perubahan dalam sel-sel payudara yang menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol dan tidak normal. 

Faktor-faktor yang dapat memicu mutasi ini termasuk kombinasi dari genetika, faktor lingkungan, dan gaya hidup individu, bukan sesuatu yang dapat ditransfer dari satu individu ke individu lainnya secara langsung.

Berbeda dengan penyakit menular yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang bisa berpindah dari orang ke orang, kanker terjadi karena perubahan internal dalam tubuh seseorang. 

Proses ini unik untuk setiap individu yang mana berarti bahwa seseorang tidak dapat “menularkan” kanker payudara kepada orang lain, entah melalui kontak dekat, bersin, batuk, atau berbagi makanan dan minuman​​.

Apakah kanker payudara bisa diturunkan kepada keluarga kandung?

Ya, kanker payudara bisa memiliki komponen genetik dan dapat diturunkan dalam keluarga. Walaupun tidak semua kanker payudara disebabkan oleh faktor herediter atau keturunan, adanya mutasi genetik tertentu, seperti BRCA1 dan BRCA2, meningkatkan risiko individu untuk mengembangkan kanker payudara. 

Individu dengan riwayat keluarga kanker payudara, khususnya jika kanker didiagnosis pada usia muda atau dalam beberapa generasi, mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa memiliki mutasi genetik tidak menjamin seseorang akan mengembangkan kanker payudara, melainkan secara signifikan bisa meningkatkan risiko. 

Oleh karena itu, individu dengan riwayat keluarga kanker payudara umumnya disarankan untuk menjalani konseling genetik dan tes genetik untuk memahami risiko pribadi mereka dan mempertimbangkan strategi pencegahan atau pengawasan sejak dini​​.

Apakah kanker payudara bisa sembuh?

Ya, kanker payudara bisa sembuh, terutama jika dideteksi dan diobati pada tahap awal. Kesuksesan suatu terapi atau pengobatan sangat bergantung pada berbagai faktor, antara lain:

  • Jenis dan stadium kanker.
  • Seberapa awal kanker bisa didiagnosis.
  • Respons individu terhadap pengobatan dari rekomendasi dokter.

Deteksi dini melalui skrining dapat meningkatkan peluang kesembuhan karena memungkinkan intervensi medis sebelum kanker menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Seberapa besar peluang kesembuhan kanker payudara?

Peluang kesembuhan kanker payudara sangat bervariasi tergantung pada stadium kanker saat diagnosis, karakteristik biologis tumor, dan faktor individu lainnya seperti umur, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Secara umum, berikut ini peluang kesembuhan kanker payudara berdasarkan stadiumnya setelah melalui pengobatan:

  • Stadium awal (I dan II)
    Kanker payudara yang didiagnosis pada stadium awal memiliki peluang kesembuhan yang tinggi dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun di atas 90%.
  • Stadium menengah (III)
    Peluang kesembuhan menurun sedikit, tetapi masih relatif tinggi, tergantung pada seberapa luas kanker telah menyebar dan respons terhadap pengobatan.
  • Stadium lanjut (IV)
    Kanker payudara yang telah metastasis atau menyebar ke bagian tubuh yang lain, memiliki prognosis yang lebih menantang, namun pengobatan dapat meningkatkan kualitas hidup dan dalam beberapa kasus, memperpanjang umur.

Penting untuk dicatat bahwa kemajuan dalam penelitian dan pengobatan kanker payudara telah meningkatkan tingkat kelangsungan hidup secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir, bahkan untuk beberapa kasus stadium lanjut.

Apa saja pengobatan untuk kanker payudara?

Pengobatan untuk kanker payudara dapat meliputi satu atau kombinasi dari berbagai pendekatan medis, tergantung pada stadium penyakit, karakteristik tumor, dan preferensi serta kondisi kesehatan pasien.

  • Operasi kanker
    Operasi kanker untuk menangani kanker payudara bertujuan mengangkat tumor dan jaringan kanker di sekitarnya. Dapat berupa lumpektomi (mengangkat tumor dan sedikit jaringan sehat di sekitarnya) atau mastektomi (pengangkatan sebagian atau seluruh payudara).
  • Radioterapi
    Radioterapi menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker yang tersisa setelah pembedahan atau untuk mengurangi tumor sebelum dioperasi.
  • Kemoterapi
    Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker, sering digunakan untuk kanker stadium lanjut atau untuk mengurangi risiko kekambuhan pada kanker stadium awal.
  • Terapi hormon
    Terapi hormon untuk kanker payudara bisa direkomendasikan, terutama yang bersifat hormon-sensitif. Tujuannya menghambat tubuh dari menghasilkan hormon tertentu atau menghalangi efek hormon pada sel kanker.
  • Terapi target
    Terapi target menggunakan obat-obatan yang menargetkan karakteristik spesifik sel kanker, seperti protein atau faktor pertumbuhan yang membantu sel kanker tumbuh dan bertahan.

Pendekatan terpadu, termasuk dukungan nutrisi dan psikologis, juga merupakan bagian penting dari manajemen kanker payudara. Rekomendasi spesifik untuk pengobatan akan disesuaikan oleh tim perawatan kesehatan berdasarkan situasi unik setiap pasien.

Pentingnya skrining untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini

Kanker payudara memang tidak menular, namun upaya skrining kanker sejak dini memainkan peranan krusial dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit ini.

Deteksi dini kanker payudara dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan memungkinkan pengobatan yang kurang invasif sehingga keuntungannya dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi biaya penanganan kanker payudara.

Skrining kanker payudara pada umumnya meliputi:

  • Mammografi
    Mammografi adalah metode skrining utama untuk kanker payudara. Ini adalah jenis rontgen khusus yang dapat mendeteksi tumor yang terlalu kecil untuk dirasakan. Panduan skrining umum merekomendasikan mammogram rutin untuk wanita berusia 40 tahun ke atas, tetapi pedoman dapat bervariasi berdasarkan faktor risiko tiap individu.
  • Pemeriksaan fisik payudara oleh dokter
    Dokter atau perawat profesional dapat melakukan pemeriksaan fisik payudara untuk mencari benjolan atau perubahan lain pada payudara.
  • Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
    Meskipun SADARI atau Periksa Payudara Sendiri tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran alat skrining utama, mempraktikkannya secara rutin dapat membantu individu mengenali kondisi normal payudara mereka dan memperhatikan perubahan apa pun yang harus segera dilaporkan kepada dokter.

Disarankan untuk melakukan skrining secara rutin

Skrining kanker yang dilakukan secara rutin memungkinkan deteksi kanker pada tahap awal, bahkan sebelum gejala muncul.

Ini sangat penting karena pada tahap awal, kanker payudara umumnya akan lebih mudah diobati dan peluang untuk kesembuhan pun lebih tinggi. 

Selain itu, dalam beberapa kasus, mammogram dapat mendeteksi luka prakanker yang dapat diobati sebelum berkembang menjadi kanker invasif.

Skrining kanker bisa dipersonifikasi bagi tiap individu

Pedoman skrining dapat disesuaikan berdasarkan faktor risiko individu, seperti riwayat keluarga, mutasi genetik yang diketahui, dan riwayat pribadi dari kondisi payudara lainnya. 

Wanita dengan risiko tinggi mungkin memerlukan skrining lebih awal dan lebih sering, serta mungkin memerlukan metode skrining tambahan, misalnya MRI payudara.

Skrining kanker payudara yang efektif dan dilakukan secara rutin merupakan langkah kunci dalam mendukung upaya pencegahan. Tidak hanya membantu dalam deteksi dini, tapi juga memainkan peran penting dalam pengurangan angka kematian akibat kanker payudara. 

Melakukan skrining sesuai rekomendasi dokter dapat memberikan peluang terbaik untuk mendukung deteksi dini dan pengobatan yang sukses, menekankan kesadaran dan pendidikan tentang pentingnya skrining kanker payudara.

Dr Chua Banner Ad 970x90

Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh diandalkan untuk saran medis tertentu.