fbpx
AD/Kanker Serviks Cek Kesehatan Wanita Channel Ginekologi Kanker Serviks Kanker Wanita Kebugaran & Pencegahan Kesehatan Khusus Wanita Kesehatan Wanita Kondisi Medis Skrining

Apa Itu IVA Test dan Seperti Apa Prosedurnya?

iva test - health365

IVA test adalah pemeriksaan medis yang digunakan untuk mendeteksi adanya sel-sel abnormal pada leher rahim (serviks) dengan cara mengoleskan asam asetat (cuka) dan mengamati perubahan warna pada jaringan. 

Kanker serviks adalah salah satu ancaman kesehatan yang signifikan bagi wanita di seluruh dunia. Deteksi dini menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan pengobatan kanker serviks, apa lagi jika mengingat penyakit ini umumnya tidak menunjukkan gejala hingga mencapai tahap lanjut. 

Tes IVA atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat menjadi salah satu metode deteksi dini yang bisa diandalkan untuk tujuan tersebut.

Pemeriksaan IVA berbeda dengan tes Pap Smear, tapi menawarkan tujuan yang sama. IVA Test menjadi alternatif yang lebih murah, sederhana, dan cepat dibandingkan dengan tes Pap Smear, terutama di suatu komunitas dengan sumber daya medis yang terbatas. 

Tes IVA adalah langkah awal yang penting dalam skrining kanker serviks karena dapat dilakukan tanpa memerlukan peralatan laboratorium yang canggih dan hasilnya dapat diketahui dalam waktu singkat.

Pemeriksaan ini bekerja dengan prinsip dasar bahwa sel-sel abnormal pada serviks akan berubah warna menjadi putih saat terkena asam asetat, sedangkan sel-sel normal tidak mengalami perubahan warna. 

IVA test juga dapat diandalkan sebagai teknik yang sangat berguna bagi tenaga medis dalam mengidentifikasi dan menangani lesi prakanker atau kanker pada tahap awal.

Dengan menggunakan IVA test, upaya pencegahan kanker serviks menjadi lebih terjangkau dan lebih mudah diakses oleh lebih banyak wanita. Tes ini menjadi pendekatan yang inklusif dan efektif dalam menurunkan angka kejadian kanker serviks melalui deteksi dini dan penanganan cepat.

Apa manfaat IVA Test?

Pemeriksaan IVA atau singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam Asetat menawarkan pendekatan yang sederhana, cepat, dan terjangkau terkait tujuan mendeteksi risiko kanker serviks.

Berikut ini beberapa manfaat IVA Test secara lengkap:

1. Mendeteksi kanker serviks

IVA test memungkinkan deteksi dini perubahan sel prakanker dan kanker serviks. Tes IVA juga  bertujuan mendeteksi lesi prakanker pada serviks. Lesi ini, jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi kanker.

Berkat identifikasi dini, pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif sehingga meningkatkan peluang kesembuhan.

2. Sederhana dan cepat

Prosedur IVA test mudah dilakukan dan memberikan hasil skrining dalam waktu singkat, biasanya hanya dalam hitungan menit. Hal ini memungkinkan tindakan medis segera jika mendapatkan hasil positif sehingga mengurangi waktu tunggu dan kecemasan pasien.

3. Biaya yang terjangkau

IVA test tidak memerlukan peralatan laboratorium yang mahal atau canggih, menjadikannya metode skrining yang sangat murah dibandingkan dengan biaya Pap Smear dan biaya tes HPV DNA yang lebih mahal.

4. Aksesibilitas tinggi

IVA test dirancang untuk menjadi solusi skrining yang praktis dan efektif. Kesederhanaannya tersebut menjadikan pemeriksaan IVA dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk klinik kecil dan pusat kesehatan di daerah terpencil. 

Hal ini meningkatkan akses bagi wanita di wilayah dengan sumber daya terbatas untuk bisa mendapatkan manfaat skrining kanker serviks.

5. Peningkatan kesadaran kesehatan

Melalui program skrining dengan IVA test, kesadaran wanita terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks dapat ditingkatkan. Ini mendorong lebih banyak wanita untuk melakukan pemeriksaan secara rutin.

6. Penurunan angka kematian

Deteksi dini memungkinkan intervensi cepat yang dapat mencegah perkembangan kanker. Dengan skrining rutin menggunakan IVA test, insiden kanker serviks dapat dikurangi secara signifikan sehingga pada akhirnya berkontribusi pada penurunan angka kematian akibat kanker serviks. 

Syarat untuk bisa melakukan IVA Test

Agar pemeriksaan IVA dapat dilakukan dengan efektif, ada ketentuan atau syarat yang perlu dipenuhi. Berikut ini adalah syarat IVA Test yang sebaiknya diperhatikan:

1. Usia dan status organ reproduksi

  • IVA test biasanya direkomendasikan untuk wanita berusia 30-50 tahun karena pada rentang usia ini, risiko terkena kanker serviks lebih tinggi.
  • Pemeriksaan ini umumnya dilakukan pada wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual karena kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV yang ditularkan melalui kontak seksual.

2. Kondisi kesehatan

  • Pemeriksaan sebaiknya dilakukan ketika wanita tidak sedang menstruasi karena darah haid dapat memengaruhi hasil IVA Test.
  • Meskipun IVA test relatif aman, pemeriksaan biasanya tidak dilakukan pada wanita yang sedang hamil, terutama pada trimester pertama dan ketiga, demi menghindari risiko terhadap kehamilan.
  • Jika terdapat infeksi genital yang aktif (vaginitis atau servisitis), infeksi tersebut harus diobati terlebih dahulu sebelum melakukan IVA test.

3. Persiapan sebelum pemeriksaan

  • Sebaiknya tidak menggunakan pembersih vagina atau douche dalam 24 jam sebelum pemeriksaan karena dapat menghilangkan tanda-tanda yang penting untuk tujuan diagnosis.
  • Dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual sekitar 1-2 hari sebelum pemeriksaan agar hasil tes tidak terganggu oleh keberadaan sperma, pelumas, atau kontrasepsi spermisida.

Di mana IVA Test dilakukan?

Pemeriksaan IVA dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, klinik, atau rumah sakit yang memiliki peralatan dasar untuk pemeriksaan visual.

IVA test harus dilakukan oleh tenaga medis yang sudah terlatih dalam prosedur ini untuk memastikan hasil yang akurat dan penanganan yang tepat jika ditemukan kelainan.

Bagaimana cara pemeriksaan IVA Test?

Sebagaimana pemeriksaan IVA adalah prosedur yang sederhana, pasien tidak terlalu khawatir terhadap langkah-langkah yang rumit. 

Berikut adalah cara atau prosedur yang biasanya dilakukan dalam pemeriksaan IVA Test:

1. Persiapan awal pasien

Pasien diminta untuk berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi litotomi, yaitu posisi berbaring dengan kaki diangkat dan terbuka, seperti posisi saat pemeriksaan ginekologi.

Selanjutnya, tenaga medis akan menjelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien untuk memastikan pasien merasa nyaman dan tenang.

2. Pemeriksaan visual awal

Tenaga medis akan menggunakan alat pemeriksaan IVA, yaitu spekulum. Spekulum dimasukkan ke vagina pasien untuk membuka dinding vagina dan memungkinkan visualisasi leher rahim (serviks).

Pemeriksaan awal dilakukan untuk melihat kondisi serviks dan memastikan tidak ada infeksi aktif atau kelainan lain yang dapat berdampak kepada hasil tes.

Hasil Tes IVA radang

Tenaga medis mungkin akan menyatakan hasil Tes IVA radang jika ditemukan kelainan tertentu. 

Hasil Tes IVA radang artinya ada inflamasi atau peradangan pada leher rahim yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau iritasi.

Tanda-tanda peradangan pada leher rahim bisa berwujud kemerahan, pembengkakan, atau keluarnya cairan yang tidak normal.

Pada kondisi ini, penanganan biasanya melibatkan pengobatan infeksi dengan antibiotik atau antivirus, serta perawatan untuk mengurangi inflamasi. 

Setelah infeksi atau inflamasi disembuhkan, tes IVA perlu diulangi untuk memastikan tidak ada lesi prakanker atau kanker yang tersembunyi.

3. Aplikasi asam asetat

Alat yang digunakan untuk prosedur pemeriksaan IVA selanjutnya adalah kapas atau swab yang sudah dibasahi dengan larutan asam asetat (cuka) 3-5%. 

Kapas atau swab ini akan dioleskan secara merata pada seluruh permukaan leher rahim dan dibiarkan selama 1-2 menit untuk memungkinkan reaksi kimia terjadi pada sel-sel abnormal.

4. Inspeksi visual dengan asam asetat

Setelah aplikasi asam asetat, tenaga medis memeriksa kembali leher rahim dengan teliti secara visual.

Sel-sel normal biasanya tidak berubah warna, namun sel-sel abnormal atau prakanker akan berubah menjadi putih akibat koagulasi protein di dalam sel yang terkena asam asetat.

Tenaga medis mencari adanya perubahan warna putih atau area putih yang menandakan adanya lesi abnormal.

5. Interpretasi hasil

Jika ditemukan area putih yang mencurigakan atau disebut radang, maka hasil IVA Test dianggap positif. Jika tidak ditemukan perubahan warna yang mencurigakan, hasil IVA Test dianggap negatif, sebagaimana tidak menunjukkan adanya lesi prakanker atau kanker.

Bagaimana jika mendapatkan hasil Tes IVA positif?

Mendapatkan hasil IVA Test positif berarti ada indikasi adanya sel-sel abnormal pada leher rahim yang perlu ditindaklanjuti. 

Sebagai langkah awal, konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis yang melakukan tes untuk memahami hasil pemeriksaan dan memberikan arahan tentang langkah-langkah berikutnya.

Pasien akan direkomendasikan kepada dua langkah pemeriksaan lanjutan, yaitu kolposkopi dan mungkin disertai dengan biopsi juga.

  • Kolposkopi : IVA Test positif umumnya ditindaklanjuti dengan kolposkopi, yaitu pemeriksaan lebih mendalam menggunakan alat khusus yang disebut kolposkop untuk melihat kondisi leher rahim dengan lebih detail. Kolposkopi memungkinkan visualisasi yang lebih jelas dan dapat membantu mengidentifikasi lokasi serta tingkat keparahan lesi abnormal.
  • Biopsi : Selama kolposkopi, dokter mungkin melakukan biopsi, yaitu mengambil sampel kecil dari jaringan leher rahim yang mencurigakan untuk diperiksa di laboratorium. Biopsi membantu memastikan diagnosis dan menentukan apakah sel-sel abnormal bersifat prakanker atau kanker.

Jika lesi abnormal dikonfirmasi sebagai prakanker, dokter akan merekomendasikan beberapa pilihan pengobatan lanjutan untuk mencegah perkembangan lesi menjadi kanker serviks, seperti:

  • Krioterapi (pembekuan sel abnormal)
  • LEEP (Loop Electrosurgical Excision Procedure)
  • Ablasi dengan laser untuk menghilangkan sel-sel abnormal

Jika biopsi menunjukkan adanya kanker, maka dibutuhkan rencana terapi kanker yang lebih intensif dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien terkait seberapa jauh kanker telah berkembang, misalnya:

  • Pembedahan
  • Radioterapi
  • Kemoterapi
  • Kombinasi dari beberapa metode tersebut, tergantung pada stadium kanker dan kondisi pasien.

Setelah pengobatan, pemeriksaan rutin sangat penting untuk memastikan bahwa semua sel abnormal telah hilang dan tidak ada tanda-tanda kambuhnya penyakit.

Dokter akan menjadwalkan kunjungan follow-up dan dukung psikologis secara berkala untuk memonitor kesehatan serviks dan mendeteksi dini jika ada perubahan lebih lanjut.

Konsultasikan kebutuhan terkait kesehatan organ pribadimu dan dapatkan rekomendasi klinik dan rumah sakit unggulan bersama dokter terkemuka di Asia dengan menghubungi Health365 melalui tombol berikut.

Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh diandalkan untuk saran medis tertentu.