fbpx
Diagnosis Medis Kanker - Umum Kebugaran & Pencegahan Penyakit Kanker Skrining Tes Laboratorium

Biopsi : Pengertian, Proses, dan Analisis Hasil

apa itu biopsi

Apa itu biopsi?

Biopsi adalah prosedur medis yang melibatkan pengambilan sampel jaringan atau sel dari tubuh untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium. Tujuan utama biopsi adalah untuk menentukan apakah ada keberadaan kanker atau kondisi medis lainnya​​. 

Walaupun sering dikaitkan dengan penyakit kanker, biopsi juga digunakan untuk mendiagnosis berbagai kondisi medis lainnya, seperti:

  • Gangguan inflamasi, misalnya nefritis atau hepatitis.
  • Infeksi, misalnya tuberkulosis.
  • Gangguan imun, misalnya pankreatitis kronis.
  • Penyakit ulkus peptikum.
  • Endometriosis​​.

Dalam konteks klinis, biopsi sering direkomendasikan ketika tes kesehatan pada tahap awal menunjukkan adanya jaringan di dalam tubuh yang tidak normal, seperti lesi, tumor, atau massa. 

Area yang mencurigakan ini mungkin terdeteksi selama pemeriksaan fisik atau melalui tes pencitraan internal, seperti CT scan atau MRI​​. 

Walaupun tes pencitraan seperti ini bermanfaat dalam mendeteksi massa atau jaringan tidak normal, hanya biopsi yang dapat membedakan antara sel kanker ganas dan sel tumor jinak.

Biopsi untuk penyakit apa saja selain kanker?

Biopsi pada umumnya dilakukan untuk mencari kanker, walau dapat membantu mengidentifikasi berbagai risiko gangguan kesehatan lain juga, misalnya:

  • Biopsi dapat direkomendasikan untuk memastikan apakah benjolan yang terlihat pada mammogram adalah kanker payudara.
  • Apakah perubahan bentuk tahi lalat bisa menjadi melanoma.
  • Menentukan keberadaan sirosis pada kasus hepatitis kronis​​, dan lainnya.

Selain itu, prosedur biopsi juga dapat mengungkap informasi penting tentang jenis penyakit yang dimiliki pasien dan mendukung keputusan dokter dalam menentukan pengobatan penyakit itu.

Secara umum, biopsi adalah tindakan medis untuk mendapatkan sampel jaringan dan cairan tubuh. Tindakan ini dapat dilakukan di ruang praktik dokter atau di ruang operasi, tergantung pada jenis biopsi yang dilakukan​​.

Dalam beberapa kasus, biopsi dapat dilakukan selama prosedur endoskopi. Jika dokter melihat area yang mencurigakan, mereka dapat menggunakan instrumen khusus melalui endoskop untuk mengambil sampel jaringan, misalnya dalam prosedur Biopsi Endoskopi.

Apakah biopsi itu sakit?

Apakah biopsi akan terasa sakit tergantung kepada jenisnya dan lokasi pengambilan sampel. Meski begitu, biopsi dilakukan dengan pemberian anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan selama prosedur.

Terlepas dari itu, tingkat ketidaknyamanan yang dirasakan pasien bisa berbeda-beda tergantung pada masing-masing individu dan area yang ditangani.

Macam-macam biopsi dan fungsinya

Penyebutan biopsi sebenarnya dimaknakan secara umum sebagaimana ada bermacam-macam jenisnya berdasarkan kepada lokasi atau bagian tubuh yang ditangani.

  • Biopsi Jarum (Needle Biopsy)
    Biasanya digunakan untuk mengakses jaringan yang mencurigakan. Ini termasuk aspirasi jarum halus dan biopsi jarum inti. Biopsi ini bisa juga dilakukan dengan bantuan peralatan pencitraan sebagai bagian dari terapi kanker dengan radiologi intervensi. Biopsi Jarum umumnya direkomendasikan kepada pasien tumor payudara atau nodul tiroid.
  • Biopsi Terpandu-CT (CT-Guided Biopsy)
    Dilakukan dengan bantuan CT scan untuk menentukan posisi jarum di jaringan target​​. Biopsi Terpadu-CT sering digunakan untuk pengambilan sampel pada paru-paru atau hati.
  • Biopsi Terpandu-Ultrasound (Ultrasound-Guided Biopsy)
    Menggunakan pemindai ultrasound untuk membantu dokter mengarahkan jarum ke area lesi​​, seperti pada kasus kanker payudara dan kista ovarium pada wanita atau kanker prostat pada pria.
  • Biopsi Tulang (Bone Biopsy)
    Digunakan untuk mencari kanker pada jaringan tulang, dapat dilakukan melalui teknik CT scan atau oleh ahli bedah ortopedi​​. Umumnya digunakan untuk mendeteksi kanker tulang atau kondisi seperti osteomielitis.
  • Biopsi Sumsum Tulang (Bone Marrow Biopsy)
    Menggunakan jarum besar untuk masuk ke tulang pelvis dan mengambil sumsum tulang. Ini digunakan untuk mendeteksi penyakit darah seperti leukemia, limfoma​​, atau anemia aplastik.
  • Biopsi Hati (Liver Biopsy)
    Dilakukan untuk menilai kondisi organ hati​​ terhadap risiko penyakit hepatitis atau kanker hati.
  • Biopsi Payudara (Breast Biopsy)
    Meliputi aspirasi jarum halus, biopsi jarum inti, dan biopsi bedah. Biasanya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan dan sering menggunakan mammografi, ultrasound, MRI, atau sinar-X untuk membantu mengambil sampel jaringan​​ terkait upaya mendiagnosis kanker payudara.
  • Biopsi Kerucut (Cone Biopsy – Conization/Cold Knife Biopsy)
    Dilakukan untuk mengambil sampel atau menghilangkan jaringan abnormal dari serviks​​. Umumnya untuk mendeteksi kanker serviks atau displasia serviks.
  • Biopsi Plong (Punch Biopsy)
    Biopsi Plong digunakan untuk menyelidiki berbagai kondisi kulit menggunakan alat bedah khusus untuk membuat lubang kecil di kulit dan mengambil sampel jaringan lapisan atas​​. Biopsi Plong biasa digunakan untuk mendeteksi kanker kulit melanoma atau psoriasis.
  • Biopsi Bedah (Surgical/Excisional Biopsy)
    Menggunakan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang dicurigai mengandung kanker. Kompleksitas pembedahan tergantung pada area tubuh yang terlibat​​ dan sering digunakan untuk tumor yang lebih besar atau lesi yang sulit diakses.
  • Biopsi Cukur (Shave Biopsy)
    Umumnya ditujukan untuk menghilangkan jaringan dengan mengikis permukaan kulit​​ seperti pada penanganan kasus kanker kulit non-melanoma.
  • Biopsi Endoskopi (Endoscopic Biopsy)
    Prosedur ini menggunakan endoskop, yaitu sebuah tabung tipis dan fleksibel dengan ujung berkamera, untuk melihat bagian dalam tubuh dan mengambil sampel jaringan​​. Salah satu prosedur Biopsi Endoskopi adalah kolonoskopi. Prosedur ini biasa digunakan untuk mengambil sampel dari esofagus, lambung, atau usus. Umumnya untuk mendeteksi kanker lambung, kanker usus besar, dan kanker rektum.
  • Biopsi Laparoskopi (Laparoscopic Biopsy)
    Mirip dengan biopsi endoskopi, digunakan untuk memeriksa area perut atau panggul​​, misalnya untuk mendeteksi kanker ovarium.
  • Biopsi Cair (Liquid Biopsy)
    Tes ini mendeteksi tanda-tanda perkembangan sel kanker atau DNA sel kanker​​. Biopsi cair bisa juga digunakan pada kasus kanker yang sudah menyebar (metastasis). Biopsi Cair termasuk ke dalam salah satu tes darah untuk mendeteksi kanker.
  • Biopsi Kelenjar Getah Bening Sentinel (Sentinel Node Biopsy)
    Dilakukan untuk melihat apakah sel kanker telah menyebar dari tumor asli​​. Umumnya digunakan pada kasus kanker payudara atau melanoma.
  • Biopsi Testis (Testicular Biopsy)
    Digunakan untuk menentukan penyebab infertilitas pada pria dan untuk menentukan apakah benjolan pada testis bersifat kanker atau jinak​​, misalnya pada kasus kanker testis.
  • Biopsi Tiroid (Thyroid Biopsy)
    Digunakan untuk menemukan penyebab nodul di kelenjar tiroid, biasanya dilakukan dengan menggunakan jarum dengan dipandu ultrasound​​. Biasa direkomendasikan kepada pasien kanker tiroid.

Bagaimana biopsi dilakukan?

Biopsi adalah prosedur klinis yang esensial dalam dunia medis, khususnya dalam proses diagnosis berbagai kondisi kesehatan. Melalui biopsi, dokter bisa mendapatkan sampel jaringan atau sel dari tubuh pasien yang kemudian dianalisis untuk mendeteksi keberadaan atau ketiadaan suatu penyakit.

Berikut ini langkah-langkah tindakan biopsi.

  1. Dokter akan menentukan lokasi di tubuh pasien untuk pengambilan sampel jaringan, berdasarkan pemeriksaan fisik atau hasil tes pencitraan.
  2. Sebelum memulai, pasien diberikan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit di area biopsi. 
  3. Dokter kemudian menggunakan alat khusus, seperti jarum atau pisau bedah, untuk mengambil sampel jaringan. 
  4. Pada Biopsi Jarum, jarum halus dimasukkan ke dalam area yang difokuskan untuk mengumpulkan sel atau cairan. Untuk Biopsi Bedah, dokter melakukan sayatan kecil untuk mengangkat sebagian atau seluruh lesi atau massa. 
  5. Setelah pengambilan sampel, dokter memastikan bahwa pendarahan di area biopsi terkendali dan menerapkan perawatan luka yang sesuai. 

Selanjutnya, sampel jaringan dikirim ke laboratorium untuk proses analisis lebih lanjut. Sepanjang prosedur, dokter berhati-hati untuk meminimalkan risiko dan memastikan kenyamanan pasien.

Proses analisis biopsi di laboratorium

Setelah sampel biopsi diterima di laboratorium, ada beberapa langkah penting yang diikuti untuk memastikan analisis yang akurat dan komprehensif. Proses ini melibatkan kerjasama yang erat antara tim medis dan laboratorium.

  1. Penerimaan dan pencatatan sampel
    Sampel biopsi yang tiba di laboratorium pertama-tama dicatat dan diberi label dengan informasi yang akurat untuk memastikan tidak ada kebingungan. Ini termasuk detail pasien, jenis biopsi, dan area tubuh dari mana sampel diambil.
  2. Pemrosesan awal
    Sampel kemudian diproses untuk persiapan analisis. Ini meliputi mengawetkan sampel menggunakan larutan formalin untuk mencegah degradasi jaringan.
  3. Embedding dan Sectioning
    Setelah pengawetan, sampel disematkan dalam blok parafin. Ini memudahkan pemotongan sampel menjadi irisan yang sangat tipis untuk pemeriksaan mikroskopis.
  4. Pewarnaan
    Irisan jaringan kemudian diwarnai menggunakan berbagai teknik pewarnaan. Pewarnaan ini membantu membedakan berbagai jenis sel dan struktur pada sampel. Hematoxylin dan eosin (H&E) adalah pewarnaan paling umum, tetapi pewarnaan khusus lainnya dapat digunakan tergantung pada apa yang dicurigai.
  5. Pemeriksaan mikroskopis
    Setelah diwarnai, irisan jaringan diperiksa di bawah mikroskop oleh seorang ahli patologi. Mereka menilai karakteristik seluler, seperti ukuran, bentuk, dan distribusi sel, untuk menentukan apakah ada tanda-tanda penyakit.
  6. Analisis molekuler (jika relevan)
    Untuk beberapa kasus jenis kanker tertentu, analisis molekuler mungkin diperlukan. Ini melibatkan teknik seperti PCR (Polymerase Chain Reaction) atau analisis DNA/RNA untuk mencari mutasi genetik atau tumor marker secara spesifik.
  7. Dokumentasi dan pelaporan
    Setelah analisis selesai, ahli patologi menyusun laporan yang merinci temuannya. Laporan ini menyediakan informasi kritis mengenai keberadaan atau ketiadaan penyakit dan, jika ada, sifat dan tingkat keganasannya.

Setiap langkah dalam proses analisis ini dirancang untuk memastikan bahwa sampel dianalisis secara akurat dan komprehensif sehingga memberikan informasi terbaik yang mungkin untuk hasil diagnosis dan perencanaan pengobatan selanjutnya.

Berapa lama hasil biopsi keluar dan apakah harus rawat inap?

Waktu yang dibutuhkan untuk hasil biopsi keluar biasanya berkisar antara beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada jenis biopsi, kompleksitas analisis, dan kapasitas laboratorium patologi. 

Rata-rata, hasil biopsi dapat diterima dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu. Namun, ini bisa lebih lama untuk kasus yang memerlukan pemeriksaan lebih mendalam atau analisis khusus.

Sebagian besar prosedur biopsi dilakukan sebagai tindakan rawat jalan sehingga pasien tidak perlu rawat inap. Pasien biasanya dapat pulang pada hari yang sama setelah prosedur biopsi selesai.

Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh diandalkan untuk saran medis tertentu.