fbpx
AD/Kanker Payudara Cek Kesehatan Fisik Channel Diagnosis Medis Kanker Payudara Kanker Wanita Kebugaran & Pencegahan Kondisi Medis Layanan Cek Kesehatan Radiologi & Pencitraan Skrining Tes Laboratorium

Cari Tahu tentang Skrining Kanker Payudara di Sini

skrining kanker payudara - health365
Dr Chua Ad banner 970x250

Skrining kanker payudara adalah proses pemeriksaan medis yang dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal sebelum gejala muncul.

Skrining ini penting karena semakin dini kanker payudara ditemukan, maka semakin besar kemungkinan pengobatan akan berhasil. 

Apa saja pilihan metode skrining kanker payudara?

Ada beberapa metode yang digunakan dalam skrining kanker payudara. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan pilihan metode tergantung pada faktor risiko individu, usia, dan kondisi medis. 

Berikut adalah beberapa metode skrining utama untuk kanker payudara:

1. Mamografi

Mamografi adalah pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk mengambil gambar jaringan payudara dengan beberapa keunggulan berikut:

  • Dapat mendeteksi tumor yang terlalu kecil untuk dirasakan langsung.
  • Efektif untuk deteksi dini kanker payudara.

Sebagaimana mamografi menggunakan sinar-X, maka metode ini mengandung paparan radiasi. Meskipun begitu masih terbilang aman karena paparannya sangat rendah.

Mamografi pada umumnya direkomendasikan untuk wanita berusia 40 tahun ke atas untuk dilakukan setiap 1-2 tahun.

2. Ultrasonografi (USG) Payudara

Metode pemeriksaan dengan USG payudara menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jaringan payudara.

Metode skrining ini sering digunakan untuk mengevaluasi benjolan yang ditemukan selama pemeriksaan fisik atau mamografi.

USG payudara memiliki beberapa keunggulan utama, yaitu dapat dimanfaatkan sebagai tambahan mamografi, terutama untuk wanita dengan jaringan payudara padat, dan metode ini tidak menggunakan radiasi.

Namun, USG payudara juga memiliki sebuah kekurangan, yaitu tidak seefektif mamografi dalam mendeteksi mikrokalsifikasi sebagai tanda awal kanker.

3. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Payudara

MRI payudara menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar yang lebih detail dari jaringan payudara.

Metode ini direkomendasikan untuk wanita dengan risiko sangat tinggi, seperti mereka yang memiliki mutasi gen BRCA1 atau BRCA2.

Apa yang menjadi keunggulan MRI payudara?

  • Sangat sensitif, terutama untuk wanita dengan risiko kanker tinggi.
  • Dapat memberikan informasi yang lebih detail dibandingkan mamografi dan USG.

Metode MRI payudara sebagai bagian dari skrining kanker payudara sangatlah efektif, namun perlu diketahui bahwa biayanya bisa lebih mahal dibandingkan metode skrining lainnya.

4. Pemeriksaan klinis payudara (Clinical Breast Exam – CBE)

Metode skrining kanker payudara dengan CBE adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter atau tenaga medis terlatih yang umumnya direkomendasikan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin.

Keunggulannya, metode ini dapat menemukan benjolan atau perubahan yang mungkin tidak terlihat pada mamografi.

Namun, sayangnya skrining dengan CBE dinilai kurang sensitif jika dibandingkan metode skrining lainnya yang menggunakan teknik pencitraan.

5. Pemeriksaan Sendiri Payudara Sendiri atau SADARI (Breast Self-Exam – BSE)

SADARI adalah upaya skrining yang dapat dilakukan oleh individu sendiri untuk mendeteksi perubahan pada payudara.

Metode skrining yang bisa dilakukan sendiri di rumah ini memiliki beberapa keunggulan, seperti:

  • Meningkatkan kesadaran tentang bagaimana tampilan dan rasa normal dari payudara mereka.
  • Mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus.

Sayangnya, pemeriksaan SADARI belum cukup untuk memastikan keberadaan tumor atau kanker payudara karena:

  • Tidak dilakukan oleh tenaga ahli medis sehingga tidak bisa menggantikan kualitas pemeriksaan klinis atau pencitraan di klinik atau rumah sakit.
  • Bisa saja menghasilkan kecemasan yang tidak diperlukan karena adanya perubahan struktur tertentu pada payudara yang nyatanya tidak berbahaya.

Paket skrining kanker payudara

Dapatkan produk paket skrining kanker payudara dari klinik dan rumah sakit terkemuka di Asia, rekomendasi dari Health365.

Kapan sebaiknya mulai melakukan skrining kanker payudara?

Usia 40 sering dianggap sebagai awal usia yang direkomendasikan untuk mulai melakukan skrining kanker payudara, terutama dengan mamografi. 

Namun, rekomendasi ini bisa berbeda tergantung pada pedoman dari berbagai organisasi kesehatan dan faktor risiko individu. 

Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai rekomendasi skrining berdasarkan usia dan risiko:

Rekomendasi umum berdasarkan usia

Memulai skrining pada usia 40 adalah rekomendasi yang paling umum, terutama bagi mereka dengan risiko rata-rata, namun keputusan akhir harus didasarkan pada diskusi dengan dokter yang mempertimbangkan faktor risiko individu dan manfaat serta risiko skrining dini. 

Skrining kanker payudara yang tepat waktu dapat membantu mendeteksi kanker lebih awal dan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

1. Wanita pada rentang usia 40-49 tahun

Pada rentang usia ini, seseorang disarankan untuk mulai mempertimbangkan mamografi setiap 1-2 tahun.

Keputusan untuk memulai skrining di usia 40 harus didiskusikan dengan dokter, mempertimbangkan manfaat dan risiko skrining awal. 

Beberapa organisasi internasional, seperti American Cancer Society (ACS), menyarankan agar wanita di usia ini mulai skrining setiap tahun jika mereka memiliki risiko rata-rata.

2. Wanita usia 50-74 tahun

Pada rentang usia ini, disarankan untuk melakukan mamografi setiap 2 tahun.

Periode ini dianggap sebagai waktu di mana manfaat skrining paling besar karena risiko kanker payudara meningkat dengan bertambahnya usia.

3. Wanita di atas usia 75 tahun

Pada rentang usia ini, skrining dapat dilanjutkan berdasarkan harapan hidup dan kondisi kesehatan keseluruhan.

Diskusi dengan dokter diperlukan untuk menentukan apakah skrining tetap bermanfaat pada usia ini.

Rekomendasi berdasarkan faktor risiko

Selain usia, risiko kanker payudara pada umumnya turut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Wanita dengan anggota keluarga dekat yang memiliki kanker payudara mungkin memerlukan skrining lebih awal dan lebih sering.
  • Adanya mutasi genetik seperti BRCA1 dan BRCA2 meningkatkan risiko dan memerlukan pendekatan skrining yang lebih agresif.
  • Wanita dengan riwayat kondisi payudara tertentu mungkin memerlukan skrining lebih intensif.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, tiap individu memiliki tingkatan risiko yang berbeda-beda sehingga menentukan seberapa pentingnya melakukan skrining kanker payudara.

1. Wanita dengan risiko tinggi

Wanita dengan risiko yang lebih tinggi pada umumnya terpengaruh oleh mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 serta memiliki riwayat keluarga kuat dengan kanker payudara.

Dalam hal ini, disarankan untuk memulai skrining lebih awal sebelum usia 40 dan mungkin memerlukan skrining tambahan, seperti MRI payudara.

Selain itu, dokter mungkin akan merekomendasikan skrining tahunan dan menggunakan metode tambahan selain mamografi.

2. Wanita dengan risiko menengah

Wanita dengan risiko menengah, disarankan untuk memulai skrining pada usia 40-49 tahun berdasarkan diskusi dengan dokter.

Pemantauan yang lebih intensif mungkin diperlukan dibandingkan dengan mereka yang memiliki risiko lebih rendah.

3. Wanita dengan risiko rendah

Bagi wanita dengan risiko rendah kanker payudara, rekomendasi skrining umumnya lebih fleksibel dibandingkan dengan mereka yang memiliki risiko tinggi. Berikut adalah tindakan yang direkomendasikan bagi wanita dengan risiko rendah:

  • Wanita dengan risiko rendah disarankan untuk mulai mempertimbangkan mamografi setiap 1-2 tahun.
  • Pemeriksaan klinis payudara setiap 1-3 tahun sebagai bagian dari pemeriksaan rutin.
  • Wanita didorong untuk mengenal tampilan dan rasa normal payudara mereka melalui pemeriksaan sendiri secara rutin.
  • Mengonsumsi diet kaya buah, sayuran, dan serat, serta mengurangi asupan lemak jenuh disertai olahraga rutin demi mempertahankan berat badan yang ideal.
  • Mengurangi atau menghindari minuman beralkohol dan tidak merokok.

Pemilihan metode skrining yang tepat tergantung pada berbagai faktor, termasuk usia, risiko individu, dan preferensi pribadi. 

Mamografi tetap menjadi metode standar emas untuk skrining kanker payudara, terutama untuk wanita berusia 40 tahun ke atas. 

Namun, untuk mereka dengan risiko yang lebih tinggi, kombinasi metode MRI dan USG mungkin diperlukan. Selalu diskusikan dengan dokter untuk menentukan strategi skrining terbaik sesuai dengan kondisi dan riwayat kesehatan pribadi.

Konsultasikan kebutuhanmu untuk mendapatkan skrining kanker payudara di klinik dan rumah sakit terkemuka di Singapura dan Malaysia, rekomendasi dari Health365 melalui tombol berikut.

Dr Chua Banner Ad 970x90

Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh diandalkan untuk saran medis tertentu.