fbpx
Kanker Lambung Kanker Lambung & Usus Kanker Secara Umum Kondisi Medis

Waspadai Nyeri pada Perut, Ini Gejala Kanker Lambung yang Wajib Diketahui

gejala kanker lambung

Gejala kanker lambung atau kanker perut pada tahap atau stadium awal pada umumnya sering diabaikan karena menyerupai gangguan atau infeksi lambung biasa.

Secara umum, tanda atau gejala awal kanker lambung yang dimaksud dapat menyerupai beberapa kondisi berikut.

  • Sering mual.
  • Perut kembung.
  • Cepat kenyang.
  • Sakit perut berkepanjangan.
  • Nyeri ulu hati.
  • Maag.
  • Selera makan menurun.

Seseorang baru menyadari dirinya terserang kanker lambung saat dirinya mulai terganggu dengan rasa sakit yang parah pada area perut. Pada saat kanker lambung sudah makin parah inilah, mulai muncul beberapa gejala umum lanjutan berikut.

  • Kehilangan berat badan.
  • Muntah-muntah.
  • Buang air besar disertai darah.
  • Sering merasa kelelahan.

Saat akhirnya memeriksakan diri ke dokter, hasil diagnosis dari dokter menyatakan sel tumor ganas atau kanker sudah menyebar ke organ yang lain dan peluang penyembuhan sudah makin rendah.

Sebagaimana penyakit kanker pada umumnya, kanker lambung juga terklasifikasi dalam beberapa stadium sebagai pembeda tingkatan keparahan gejala, persebaran sel kanker, dan metode pengobatan yang nantinya diterapkan juga.

Gejala kanker lambung berdasarkan stadium

Dilihat dari persebaran sel-sel kankernya, ada empat stadium kanker lambung dengan masing-masing gejala yang berbeda-beda.

Gejala kanker lambung stadium 1

Pada stadium 1, sel-sel tumor hanya berada di dinding bagian dalam lambung dan belum menyebar ke organ yang lain. Gejala pada stadium awal meliputi beberapa kondisi berikut.

  • Sering mengalami gangguan pencernaan.
  • Perut terasa sakit atau tidak nyaman.
  • Walau hanya makan sedikit, tapi cepat terasa kenyang.
  • Perut kerap merasa kembung disertai selera makan yang menurun.
  • Mual ringan.

Gejala kanker lambung stadium 2

Sel tumor ganas atau kanker telah merembet lebih jauh ke dalam lapisan perut. Gejala yang ditimbulkan pun makin berat, misalnya:

  • Berat badan yang terus-menerus berkurang tanpa alasan yang jelas.
  • Muntah-muntah akibat sering mual.
  • Feses kadang-kadang berwarna gelap akibat adanya darah.
  • Lelah berlebihan akibat mengalami anemia.
  • Tubuh terasa lemah.

Gejala kanker lambung stadium 3

Hampir mirip dengan kondisi persebaran sel kanker stadium 2, namun saat ini sel kanker sudah mendekati kelenjar limfa. Gejala pada stadium 3 secara signifikan bisa berupa beberapa kondisi ini.

  • Perut buncit atau membengkak akibat terjadinya penumpukan cairan. Disebut juga dengan asites.
  • Sulit menelan makanan.
  • Mengalami penyakit kuning atau jaundice jika sel tumor ganas (kanker) telah menyerang organ hati.

Gejala kanker lambung stadium 4

Pada kondisi ini, sel kanker telah merembet keluar dari lambung dan menuju organ yang lain, termasuk menyerang kelenjar limfa pada organ lain yang terserang. 

Gejala kanker lambung stadium 4 atau stadium akhir termasuk sama dengan gejala stadium 3, namun disertai dengan kondisi lain yang lebih fatal, yaitu:

  • Sesak napas, jika sel kanker sudah menyebar ke paru-paru.
  • Nyeri pada tulang, jika sel kanker sudah menyebar ke tulang.

Bagaimana cara menyikapi risiko kanker lambung?

Menyikapi risiko kanker lambung melibatkan beberapa langkah pencegahan dan tindakan yang bersifat proaktif. Langkah-langkah ini sebaiknya juga mulai diterapkan sejak dini. Apa yang bisa dilakukan?

  • Mulai menjalani pola hidup yang lebih sehat
    Makan makanan seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, dan serat. Hindari makanan olahan atau yang mengandung banyak garam.
  • Berhenti merokok atau menghindari area yang dipenuhi asap rokok
    Merokok meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker lambung dan kanker paru-paru. Jika kamu sering berada di lingkungan yang dipenuhi asap rokok, lebih baik kamu jauhi.
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol
    Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan juga bisa meningkatkan risiko.
  • Mendeteksi sejak dini dan memantau kesehatan pribadi
    Jika ada riwayat kanker lambung dalam keluarga, bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan melakukan tes skrining kanker secara rutin.
  • Lebih sering berolahraga
    Aktivitas fisik yang rutin dapat membantu menjaga berat badan dan secara umum meningkatkan kesehatan, yang pada gilirannya bisa mengurangi risiko kanker.
  • Jangan makan di tempat sembarangan
    Makanan yang terkontaminasi bakteri H. pylori adalah salah satu penyebab kepada kanker lambung.

Cari tahu lebih banyak tentang risiko dan gejala kanker perut melalui buku atau informasi online. Semakin proaktif, kamu pun menjadi lebih paham tentang cara mencegah atau mendeteksi dini serangan kanker.

Penting untuk memeriksakan kondisi lambung ke dokter, terutama melakukan skrining kanker, untuk mengantisipasi risiko perkembangan sel tumor sejak dini. Makin dini sel tumor bisa terdeteksi, maka makin tinggi juga peluang keberhasilan untuk mengatasinya.

Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh diandalkan untuk saran medis tertentu.